SHARE

Penyunting naskah biasa disebut juga dengan editor bahasa atau copyeditor.

Pada tulisan sebelumnya telah disinggung tiga jenis editor yang harus kamu ketahui. Lihat di sini. Di sebagian besar penerbit Indonesia ketiga jenis pekerjaan tersebut biasanya dikerjakan oleh satu orang editor. Namun, ada juga sebagian penerbit besar yang membagi tugas editor sesuai dengan jenis pekerjaannya karena masing-masing pekerjaan menuntut konsentrasi dan kecermatan yang tinggi.

Nah, sekarang saya akan memaparkan tugas dan syarat menjadi seorang copyeditor.

Tugas utama seorang copyeditor adalah menyunting naskah dari segi kebahasaan, yakni struktur kalimat, diksi, dan ejaan; memperbaiki kata yang tidak konsisten; memperhatikan gaya bahasa penulis; meneliti fakta dan data dalam naskah; dan memperhatikan kelegalan naskah dan unsur SARA. Lihat juga di sini.

Dengan melihat tugas-tugas copyeditor yang saya sebut di atas, kira-kira menurut kamu, gampang apa sulit? Sepertinya ada yang bilang gampang, ada yang bilang sulit. Yang bilang gampang mungkin memang sudah menguasai betul semua hal tentang menyunting naskah, (walau saya ragu ada yang bilang gampang) atau bahkan sama sekali belum mengenal bidang ini. Mengapa? Yang belum mengenal dunia penyuntingan akan berpikir, ah, kalau soal bahasa, kan, sudah makanan sehari-hari, masa sulit. Sejak SD sampai kuliah ada pelajarannya, kok.

Nah, tetapi, apa yang terjadi? Yang bilang gampang tadi dan belum pernah terjun di dunia penyuntingan akan terkejut atau tergagap-gagap ketika disodorkan sebuah naskah untuk dikoreksi. Hal ini terbukti ketika berkali-kali saya memberikan tes kepada calon-calon proofreader di tempat saya bekerja. Mereka awalnya selalu bingung. Apanya yang harus dikoreksi, wong naskah tersebut menurutnya tidak ada yang salah.

Hal di atas menunjukkan bahwa meskipun sebagian orang merasa sudah menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar, tetapi karena jarang menerapkannya dalam berbagai hal, kemampuan tersebut hilang begitu saja.

Lalu, apa saja, sih, syarat menjadi copyeditor itu? Menurut Pamusuk Eneste dalam Buku Pintar Penyuntingan Naskah, syarat-syarat menjadi copyeditor adalah sebagai berikut:

  1. menguasai ejaan;
  2. menguasai tata bahasa;
  3. bersahabat dengan kamus;
  4. memiliki kepekaan bahasa;
  5. memiliki pengetahuan luas;
  6. memiliki ketelitian dan kesabaran;
  7. memiliki kepekaan terhadap SARA dan pornografi;
  8. memiliki keluwesan;
  9. memiliki kemampuan menulis;
  10. menguasai bidang tertentu;
  11. menguasai bahasa asing;
  12. memahami kode etik penyuntingan naskah.

Wow, syaratnya ternyata banyak sekali, ya? Baru melihat syaratnya saja, dahi sudah mengerut. Ternyata, menjadi seorang copyeditor tidaklah mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan.

Apakah kamu penasaran, bagaimana kiat-kiat agar syarat di atas bisa terpenuhi? Tunggu tulisan saya berikutnya, ya!

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY