SHARE

Ada banyak hal yang patut disyukuri dalam hidup ini, agar kita terus bersemangat dalam menjalani hidup. Ada banyak hal pula yang patut diteladani dari banyak orang, agar kita bisa bercermin padanya, baik tentang kepribadian, karakter, prinsip, filosofi hidup, dan pengalaman hidupnya—suka maupun duka.

Oleh karena itu membaca biografi menjadi salah satu sarana untuk meraih kedua poin di atas, yakni bersyukur atas karunia hidup sekaligus bercermin dari seseorang. Itulah yang saya rasakan pada saat membaca buku-buku biografi. Sebut saja misalnya buku Gandhi The Man karya Eknath Easwaran, Footnotes karya Lena Maria, Keberanian Bernama Munir karya Meicky Shoreamanis Paggabean, Steve Jobs karya Walter Isaacson, Irman Yasin Limpo karya Edi Sutarto, dan lain-lain.

 

 

Hal itu pula yang membuat saya ingin menulis buku biografi. Setidaknya ada tiga judul buku yang sudah saya tulis, yaitu Birokrat pun Bisa Menulis (Perjalanan dan Impian Adrinal Tanjung), Mohamed Salah (Pesepakbola Muslim yang Menghapus Islamofobia), dan Naik Haji dari Belanda (Perjalanan Unik Orangtuaku Menunaikan Ibadah Haji). Sebenarnya ada satu lagi yakni kumpulan kisah orang-orang sukses di bidangnya, tapi belum terbit. Dan buku ini saya tulis bersama Arvan Pradiansyah, seorang motivator nasional. Dari buku-buku biografi tersebut, saya banyak belajar dan bercermin dari kisah perjuangan mereka. Masing-masing kisahnya unik dan berliku-liku.

 

 

Salah satu manfaat buku biografi adalah mengabadikan momen-momen penting dalam perjalanan hidup seseorang. Dan tentu saja hal itu sebagai ungkapan rasa syukur, yakni dengan membagikan pengetahuan dan pengalamannya kepada orang lain. Kisahnya menjadi—meminjam lirik lagu Sheila On 7—“Sebuah  kisah klasik untuk masa depan”. Buku tersebut akan dibaca terus sampai generas-generasi selanjutnya. Sungguh, betapa pentingnya mendokumentasikan perjalanan hidup dalam sebuah buku. Karena kisahnya tidak akan hilang dan khalayak pembaca dapat belajar dan bercermin darinya.

Seiring perkembangan zaman, buku biografi tidak sebatas menyangkut manusia, tapi juga lembaga (pendidikan, sosial, ekonomi, dan lain-lain) maupun perusahaan. Semua itu bisa ditulis layaknya sebuah kisah manusia. Buku semacam ini sudah pernah terbit misalnya Sang Burung Biru (Perjalanan Inspiratf Blue Bird) karya Alberthiene Endah dan Mutasi DNA Power House karya Rhenald Kasali, yang isinya tentang kisah perjalanan Pertamina.

 

Bagi Anda yang ingin mengabadikan kisahnya maupun kisah lembaga atau perusahaannya, bisa menghubungi saya via email iqbal.dawami@gmail.com atau WA 085729636582. Terima kasih.

LEAVE A REPLY