SHARE

Pernahkah kalian menyadari bahwa di dalam naskah selalu kita temukan tanda titik? Namun, adakah aturannya untuk menggunakan tanda titik tersebut?

Tentu saja ada. Jika tidak ada aturannya, bisa terjadi ketidakteraturan dalam menggunakan tanda baca.

Mari kita perhatikan contoh kalimat berikut.

Sebelum berangkat. Aku akan memeriksa. Perlengkapan.

Ibu datang. Membawa. Buah-buahan banyak sekali.

 

Bagaimana dengan contoh kalimat di atas? Terasa aneh, bukan?

Baiklah, berikut akan saya berikan beberapa kegunaan tanda titik yang saya sarikan dari PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) 2016.

1. Tanda titik digunakan pada akhir kalimat yang berupa pernyataan.

Contoh:

Aku akan berangkat besok pagi.­

Bapak sudah datang sejak tadi pagi.

2. Tanda titik digunakan di belakang angka atau huruf dalam bagan, daftar, atau ikhtisar.

Contoh:

I.  Jenis-Jenis Tanaman Obat

A. Seledri

B. Mengkudu

C. Lidah Buaya

D. Belimbing

E.  Temulawak

Catatan:

(1) Tanda titik tidak digunakan pada angka atau huruf yang sudah bertanda kurung dalam suatu perincian.

Contoh: ­

1)   Manfaat air putih, antara lain,

a) memperlancar sistem pencernaan;

b) mencegah penyakit jantung.

(2) Tanda titik tidak digunakan pada akhir penomoran digital yang lebih dari satu angka.

Contoh:

1.    Gambaran Umum

1.1  Sejarah

1.2  Manfaat

1.3  Cara Kerja

1.3.1  Langkah Pertama

1.3.2  Langkah Kedua

(3) Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau angka terakhir dalam penomoran deret digital yang lebih dari satu angka dalam judul tabel, bagan, grafik, atau gambar.

Contoh:

Tabel 1 Gambaran Umum

Tabel 1.1 Manfaat Air Putih

Gambar 1 Anatomi Manusia

Gambar 1.1 Alat Pencernaan

3. Tanda titik digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.

Contoh:

Pukul 05.45.10 (pukul 5 lewat 45 menit 10 detik atau pukul 5, 45 menit, 20 detik)

05.45.10 jam (5 jam, 45 menit, 10 detik)

00.30.10 jam (30 menit, 10 detik)

00.00.20 jam (20 menit)

4. Tanda titik digunakan dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan (yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru), dan tempat terbit.

Contoh:

Rimawati, Rina. (2017). Jurus Jitu Lolos Tes Wawancara Kerja. Jakarta: Pelita Pustaka.

5. Tanda titik digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.

Contoh:

Sebanyak 10.000 pulau telah memiliki pemancar radio.

Di negara itu sudah lebih dari 8.000.000 orang yang telah berkeluarga.

Catatan:

(1)  Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.

Contoh:

Tahun 1945 adalah tahun bersejarah bagi bangsa Indonesia

Lihatlah halaman 1500 dalam kamus itu maka akan kamu temukan kata yang dicari.

Nomor rekening listriknya adalah 34029032061.

(2) Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, ilustrasi, atau tabel.

Contoh:

Asal Mula Terjadinya Malam

Gambar 5 Jenis Tanaman

(3) Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat penerima dan pengirim surat serta tanggal surat.

Contoh:

Yth. Manajer Redaksi Harapan Kami

Jalan Lingkar Selatan No. 50

Bandung 45020

Tanggal surat: 13 Maret 2017

Nah, itulah kegunaan dan aturan pemakaian tanda titik di dalam naskah. Semoga bermanfaat, ya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY