SHARE

Kalau pada postingan sebelumnya membahas tanda titik, kali ini yang akan saya bahas adalah tentang tanda tanya dan tanda seru.

Jika ingin menunjukkan bahwa kamu sedang bertanya, dalam bahasa lisan digambarkan dengan intonasi bertanya. Nah, dalam bahasa tulis, hal tersebut digambarkan dengan tanda tanya.

Begitu pula ketika kita menyeru, memerintah, merasa tidak percaya, atau menunjukkan emosi yang kuat, dalam bahasa lisan digambarkan dengan intonasi suara. Adapun dalam bahasa tulis, hal tersebut digambarkan dengan tanda seru.

Perhatikan contoh kalimat berikut.

Kapan ujian sekolah dimulai. Kamu harus segera belajar untuk menghadapi ujian. Semangat.

Jam berapa mereka pulang. Aku belum sempat bertemu dengan mereka. Tolong berikan buku ini.

Bagaimana kamu membaca contoh kalimat di atas? Tidak ada intonasinya, bukan?

Bandingkan dengan kalimat berikut.

Kapan ujian sekolah dimulai? Kamu harus segera belajar untuk menghadapi ujian. Semangat!

Jam berapa mereka pulang? Aku belum sempat bertemu dengan mereka. Tolong berikan buku ini!

 Sangat terasa perbedaannya, bukan?

Baiklah, berikut kegunaan tanda tanya dan tanda seru yang saya sarikan dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) 2016.

 

Tanda Tanya

  1. Tanda tanya digunakan pada akhir kalimat tanya.

 Contoh:

Siapa penyanyi lagu “Badai Pasti Berlalu”?

Kapan ujian sekolah dimulai?

Mengapa dia bersikap seperti itu?

Untuk apa dia datang kemari?

Jam berapa mereka pulang?

  1. Tanda tanya digunakan di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.

 Contoh:

Bangunan ini didirikan sejak tahun 1950 (?).

Korban meninggal pada bencana kemarin berjumlah 500 (?) orang.

 

Contoh penggunaan tanda tanya yang salah.

Aku sudah menerima suratnya? Hatiku sangat gembira.

Sudah tiga minggu dia tidak pulang? Aku sangat merindukannya.

 

Tanda Seru

Tanda seru digunakan untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat.

Contoh:

Tolong berikan barang ini segera!

Sungguh enak makanan ini!

Ayo selamatkan lingkungan kita!

Ah, bohong!

Semangat!

Contoh penggunaan tanda seru yang salah.

Mereka telah mengubah menu makannya! Jadi, sekarang mereka tidak makan nasi.

Daun berwarna hijau banyak macamnya, antara lain seledri, bayam, kangkung, dan lain-lain!

 

Nah, itulah beberapa contoh penggunaan tanda tanya dan tanda seru. Semoga bermanfaat!

LEAVE A REPLY