SHARE

Orang yang suka baca mestinya bersyukur bahkan bahagia. Mengapa?

Sering aku temukan orang yang tidak punya hobi membaca acapkali kebingungan mau ngapa-ngapain pas lagi galau atau sakit. Kerjaannya murung dan mengeluh. Pas gak ada kerjaan diisi oleh hal-hal semacam itu juga. Tapi kalau yang suka baca, ia isi waktu kosongnya dengan baca buku. Malah tak jarang orang itu jadi jadi tercerahkan. Mau contoh?

Dalam buku The Other Side of Me karya Sidney Sheldon, diceritakan bahwa ada seseorang yang putus harapan lantaran sakitnya gak sembuh-sembuh, tapi begitu baca novel Sidney Sheldon, ia menjadi semangat lagi menjalani hidup. Dalam kesempatan lain ada orang yang mau bunuh diri, saking stres berat. Tapi ia secara tidak sengajak membaca novel Sidney Sheldon (ada orang yang jenguk lantas meninggalkan novel si Sheldon), dan gak jadi bunuh dirinya. Ya, mereka terpengaruh dengan apa yang dibacanya.

Membaca buku juga bisa dijadikan aktivitas pada saat kita sakit atau gak enak badan. Ada kan orang yang sakit, kerjaannya mengeluh terus. Aduh-aduhan terus di pembaringan. Gak bosan? Aku sendiri bosan kalau pas sakit yang diisi dengan kayak gitu. Biasanya aku paksa baca buku, malah kadang menulis walaupun cuma satu paragraf. Lumayan rasa sakit sedikit terobati. Rasa sakit itu teralihkan oleh materi bacaanku. Aku sering ngomong kepada diriku, sakit itu pasti, menderita itu pilihan. Kalau gak mau menderita aku harus nemuin caranya.  Baca buku adalah opsi yang kupilih. Dan manjur.

Begitulah manfaat membaca buku. Itu hanya salah satu. Akan ada banyak lagi kalau kita mau gali lebih dalam dari membaca buku. Membaca buku akan mendapatkan ilmu dan wawasan, itu sudah pasti. Terlalu mainstream juga. Tapi membaca akan membuat bahagia, masih jarang diungkap. Atau membaca akan menyelamatkan hidup. Waah, itu lebih ekstrem lagi. Contohnya sudah aku kasih di atas ya.

Ada juga membaca buku akan menghasilkan uang. Iya, hanya membaca saja, bukan kemudian meresensi atau menjadikan bahan referensi buku sendiri, bukan. Aku sering mendapat orderan dari penerbit untuk membaca naskah.  Habis selesai baca, aku terus ngasih rekomendasi ke penerbitnya apakah naskah tersebut layak diterbitkan atau tidak. Habis itu dibayar deh. Asyik, kan?

Dengan baca buku, kita tidak akan pernah merasa kesepian. Termasuk saat sepi orderan kerjaan, haha. Yup, kita bisa isi kesepian kita dengan membaca dan membaca. Bulan ini aku sedang membaca (ulang) tiga buku yang sudah kukhatamkan sejak dulu. Aku sedang mempelajari teknik menulisnya, yang menurutku asyik juga untuk aku terapkan dalam proyek novel yang sedang aku tulis. Selain itu, ada beberapa buku yang sedang kubaca secara skimming, sesuai kebutuhan risetku dalam menulis buku yang sudah dikontrak Mizan.

So, orang yang belum mencoba baca buku pada saat gak ngapa-ngapain patut dicoba.  Aku harap kamu mendapatkan kebahagiaan pada saat membaca buku. Semoga, hehe…

LEAVE A REPLY