SHARE

Pada saat menulis, kita kadang menggunakan tanda titik dua (:) dan titik koma (;). Meskipun ragu, apakah sudah betul penggunaannya, atau sekadar feeling saja? Hehehe ….

Jadi, seberapa jauh, sih, kita tahu soal penggunaan tanda titik dua (:) dan titik koma (;)? Karena, sekelas penulis best seller pun ternyata masih sering keliru dalam menggunakan tanda baca tersebut. Hal itu saya temukan pada saat mengedit naskah-naskah mereka di tempat saya bekerja. Sedikit-sedikit pakai tanda titik koma. Padahal, harusnya menggunakan tanda titik dua atau tanda koma.

Coba perhatikan contoh kalimat berikut yang beberapa saya ambil dari sebuah buku.

Pendidikan kesejahteraan; tema ini memaparkan konsep pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan lahir batin.

Kelelahan yang tiada habisnya, marah yang tiada berkesudahan, bahkan penyakit yang dapat merusak tubuh; menjadi lemah, sakit-sakitan, dan murung.

Keadilan berlawanan dengan; (a) pelanggaran hukum, (b) penyimpangan, (c) ketidaktetapan, dan (d) ketidakpastian.

Ibu membawa peralatan memasak lengkap; panci, wajan, sudip, dan serok.

Nah, apakah menurut kamu, penggunaan tanda titik koma (;) pada kalimat-kalimat di atas sudah tepat? Untuk mengetahui jawabannya, silakan simak aturan pemakaian tanda baca tersebut berikut ini yang disarikan dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) 2016.

Tanda Titik Dua (:)

1. Tanda titik dua digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian atau penjelasan.

Contoh:

Budi memakai seragam lengkap: topi, dasi, baju, celana panjang, kaus kaki, dan sepatu.

2. Tanda titik dua tidak digunakan jika perincian atau penjelasan itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.

Contoh:

Budi memakai topi, dasi, baju, celana panjang, kaus kaki, dan sepatu.

Yang harus diperhatikan oleh seorang editor meliputi

a. ejaan,
b. tata bahasa,
c. kalimat efektif, dan
d. kata baku.

3. Tanda titik dua digunakan sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.

Contoh:

Hari: Selasa
Tempat: Auditorium
Acara: Sarasehan

4. Tanda titik dua digunakan dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.

Contoh:

Ana: “Besok jangan lupa bawa bukunya, ya!”
Ani: “Iya, Ana.”
Ana: “Kalau bisa bawa buku lainnya juga.”

5. Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) surah dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit dalam daftar pustaka.

Contoh:

Matahari, XVI, No. 10/2017: 9
Surah Ali Imran: 1—3
Yohanes 1: 4—6

Tanda Titik Koma (;)

1. Tanda titik koma bisa digunakan sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang lain di dalam kalimat majemuk.

Contoh:

Ira memasak nasi; Ina mencuci piring; Ida mengepel lantai.
Harga bukunya mahal; Ayah tidak jadi membelinya.

2. Tanda titik koma digunakan pada akhir perincian yang berupa klausa.

Contoh:

Langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:

  • merumuskan masalah;
  • merumuskan hipotesis;
  • melakukan eksperimen;
  • mengumpulkan data;
  • menganalisis data; dan
  • menarik kesimpulan.

3. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian pemerincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma.

Contoh:

Besok jangan lupa membawa baju, celana, dan topi; sarung, peci, dan baju koko; tikar, sajadah, dan uang.

Acara pertemuan editor ini meliputi

  1. pembahasan materi, latihan, dan evaluasi;
  2. penyusunan buku pedoman untuk penerjemah, penyunting, dan pemeriksa aksara; penyesuaian ejaan, kata baku, dan kalimat efektif.

Nah, sekian ulasan saya tentang tanda baca koma dan titik koma, semoga bermanfaat!

LEAVE A REPLY