SHARE

Jika akan menulis atau menyunting sebuah naskah, banyak hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah tentang partikel. Apa itu partikel? Menurut KBBI, makna partikel adalah sebagai berikut: 1. n unsur butir (dasar) benda atau bagian benda yang sangat kecil dan berdimensi; materi yang sangat kecil, seperti butir pasir, elektron, atom, atau molekul; zarah; 2 Ling kata yang biasanya tidak dapat diderivasikan atau diinfleksikan, mengandung makna gramatikal dan tidak mengandung makna leksikal, termasuk di dalamnya artikel, preposisi, konjungsi, dan interjeksi.

Nah, yang harus kita perhatikan adalah makna kedua karena makna kedua tersebutlah yang berhubungan dengan kebahasaan. Dalam bahasa Indonesia terdapat beberapa kata yang termasuk partikel. Salah satunya adalah partikel pun yang akan diulas dalam tulisan ini.

Saya memilih partikel pun karena masih banyak yang bingung, bahkan belum tahu baik makna maupun cara penulisannya. Oleh karena itu, berikut akan saya ulas makna dan cara penulisannya.

Partikel pun menurut KBBI V daring ada lima makna, yakni sebagai berikut.

  1. p juga atau demikian juga: jika Anda pergi, saya — hendak pergi
  2. P meski; biar; kendati: mahal — dibelinya juga
  3. p saja …: berdiri –tidak dapat, apalagi berjalan; apa — dimakannya (jua)
  4. p (… pun … lah) untuk menyatakan aspek bahwa perbuatan mulai terjadi: hari — malamlah
  5. p untuk menguatkan dan menyatakan pokok kalimat: maka baginda — bertanya pula

Nah, bagaimana cara penulisannya, dipisah atau disambung? Penulisan partikel pun ini ada yang dipisah dan ada yang disambung.

Partikel pun yang ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya contohnya sebagai berikut.

  • Apa pun yang terjadi, kita harus siap menghadapinya.
  • Tengah malam pun para dokter jaga harus siap melayani pasien.
  • Aku belum pernah ke rumahnya sekali pun.
  • Ibu akan ikut ke mana pun Ayah pergi.
  • Siapa pun tidak ada yang mengerti tentangnya.

Akan tetapi, jika partikel pun merupakan unsur kata penghubung, harus ditulis serangkai atau disambung.

Contoh:

  • Meskipun terasa berat, aku harus meninggalkannya.
  • Dia sudah sehat kembali walaupun jalannya masih pelan.
  • Adapun buku rujukan yang digunakan adalah buku kesehatan.
  • Bagaimanapun, dia adalah temanku.
  • Mereka tidak terlihat bahagia sekalipun bergelimang harta.

Jika kita lihat contoh-contoh di atas, ada penggunaan partikel yang bisa disambung dan bisa dipisah, yakni kata sekalipun dan sekali pun. Mengapa demikian? Sebab, makna kedua kata tersebut berbeda. Partikel pun yang dipisah dengan kata sekali memiliki makna ‘saja’ sehingga penulisannya dipisah. Adapun partikel pun yang disambung dengan kata sekali berfungsi sebagai kata penghubung.

Sebagai pengingat, contoh berikut merupakan partikel pun yang penulisannya disambung atau dirangkai dengan kata sebelumnya.

adapun

andaipun

ataupun

bagaimanapun

biarpun

kalaupun

kendatipun

maupun

meskipun

sekalipun

sungguhpun

walaupun

 

Nah, sekian penjelasan tentang partikel pun, semoga tidak bingung lagi, ya.

LEAVE A REPLY