SHARE

Jika kita baca sebuah tulisan, tentu akan ada huruf kapitalnya. Kebayang, enggak, sih, jika sebuah kalimat tidak ada huruf kapitalnya? Terasa aneh tentunya. Mungkin kita akan bingung, di mana awal kalimatnya, atau mungkin akan capek membacanya.

Sebuah kalimat atau paragraf akan mudah dibaca jika tertata dengan baik. Salah satu yang membuat kalimat enak dibaca adalah adanya huruf kapital ini. Huruf ini digunakan sebagai penanda awal kalimat, awal kata nama orang, agama, sapaan, dan sebagainya.

Oke, sekarang akan coba saya kupas pemakaian huruf kapital menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia 2016

 

1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat.

Contoh:
Dia sangat menawan hatiku.
Aku tak berdaya melakukannya.
Semua itu sudah tidak ada gunanya.

2. Huruf kapital dipakai sebagai unsur nama orang, termasuk julukan.

Contoh:
Cut Nyak Dhien
Mohammad Hatta

Raja Dangdut (julukan bagi Rhoma Irama)
Maung Bandung (julukan bagi tim sepak bola Persib Bandung)
Kota Kembang (julukan bagi Kota Bandung)

Catatan:
(1) Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang merupakan nama jenis atau satuan ukuran.
Contoh:
mesin diesel (dari Rudolf Diesel)
10 ampere (dari André-Marie Ampére)
5 volt (dari Alessandro Volta)

(2) Huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata yang bermakna ‘anak dari’, seperti bin, binti, boru, dan van, atau huruf pertama kata tugas.
Contoh:
Siti Rahmah binti Rahmat
Sarah boru Simanjuntak
Arabella van Niekerk

3. Huruf kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung.

Contoh:
Ana menasihati adiknya, “Jangan pulang terlalu malam, ya!”
Bapak akan pergi ke Surabaya,” kata Adi.
Kalau menyeberang jalan,” kata Ibu, “kamu harus hati-hati.”

4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti untuk Tuhan.

Contoh:
Islam, Kristen, Hindu, Buddha
Alquran, Alkitab, Tripitaka, Weda
Allah, Tuhan
hamba-Nya (Nya di sini berarti Tuhan)
Engkau (Yang dimaksud Tuhan)

5. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, atau akademik yang diikuti nama orang, termasuk gelar akademik yang mengikuti nama orang.

Contoh:
Pangeran Diponegoro
Nabi Yusuf
Raden Ajeng Kartini
Profesor Abdullah
Ismail Rahayu, Sarjana Sastra

b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, profesi, serta nama jabatan dan kepangkatan yang dipakai sebagai sapaan.

Contoh:
Kami akan segera berangkat, Yang Mulia
Makanan sudah tersedia, Raden
Silakan masuk, Ustaz
Terima kasih, Dokter
Selamat datang, Prof.
Izinkan saya masuk, Jenderal.

6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.

Contoh:
Perdana Menteri Abdul Halim
Profesor Haris
Proklamator Republik Indonesia
Gubernur Jawa Barat

7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.

Contoh:
bangsa Indonesia
suku Dayak
bahasa Sunda

Catatan:
Nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan tidak ditulis dengan huruf awal kapital.
Contoh:
pengindonesiaan
kearab-araban
kemelayu-melayuan

8. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar atau hari raya.

Contoh:
tahun Masehi
bulan Januari
hari Minggu
hari Natal
bulan Lebaran

b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama peristiwa sejarah.

Contoh:
Perang Dunia I
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Konferensi Meja Bundar

Catatan:
Huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama tidak ditulis dengan huruf kapital.
Contoh:
Mereka membawa keributan sehingga terjadi perang dunia.

9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.

Contoh:
Bandung
Pulau Nias
Gunung Merbabu
Jawa Tengah
Selat Sunda
Danau Wanayasa

Catatan:
(1) Huruf pertama nama geografi yang bukan nama diri tidak ditulis dengan huruf kapital.

Contoh:
menyeberangi selat
mandi di sungai

(2) Huruf pertama nama diri geografi yang dipakai sebagai nama jenis tidak ditulis dengan huruf kapital.

Contoh:
jeruk garut
gula jawa
kacang bogor
kunci inggris

Bedakan dengan contoh berikut yang bukan nama jenis.
batik Pekalongan
film Korea
tarian Kalimantan Timur

10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur bentuk ulang sempurna) dalam nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk.

Contoh:
Republik Indonesia
Dewan Perwakilan Rakyat
Ikatan Dokter Indonesia
Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pengembangan, Pembinaan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, serta Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia

11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.

Contoh:
Buku Salah Asuhan dan Siti Nurbaya merupakan salah satu karya sastra Indonesia.
Surat kabar Pikiran Rakyat terbit di Bandung.
Artikel yang berjudul “Pangeran dari Balik Bukit” sangat menarik.

12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, atau sapaan.

Contoh:
S.S.        sarjana sastra
M.A.      master of arts
R.A.       raden ayu
Tb.        Tubagus
Prof.     Profesor
Ny.        nyonya

13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, adik, dan paman, serta kata atau ungkapan lain yang dipakai dalam penyapaan atau pengacuan.

Contoh:
“Kemarin Bapak pergi ke mana?” tanya Rully.
Rina menjawab, “Besok aku akan menjenguk Ibu.”
“Aku mau yang itu, Kak!” seru Lili.
“Nanti sore Paman akan kemari, Nak.”

Catatan:
Bandingkan dengan istilah kekerabatan berikut yang bukan merupakan penyapaan atau pengacuan.
Contoh:
Kamu harus mengikuti perintah ibu dan bapakmu.
Beberapa adik dan kakak saya tinggal di luar negeri.

Kata ganti Anda ditulis dengan huruf awal kapital.
Contoh:
Apakah Anda sudah makan?
Siapakan nama teman Anda tadi?

Nah, itulah beberapa pemakaian huruf kapital di dalam teks. Semoga kamu tidak bingung, lagi, ya, kapan menggunakan huruf kapital dan kapan menggunakan huruf kecil. Jika masih bingung, silakan tanyakan di kolom komentar. Semoga bisa membantu.

 

LEAVE A REPLY