SHARE

Di bawah ini saya akan memberi pengalaman meresensi buku. Dulu, pas zaman kuliah malam minggu adalah malam yang selalu mendebarkan. Bahkan bikin gegana (gelisah galau merana). Bukan karena mau ketemu pacar (jomblo juga sih), tapi karena besok pagi adalah hari tayangnya kolom/rubrik resensi di berbagai media massa. Jadi, apakah akan dimuat atau tidak resensi yang saya buat? Hehe…

Pada masa kuliah dan fresh graduate, saya lebih banyak menulis di media massa. Di antara jenis tulisan yang paling menarik bagi saya adalah meresensi. Karena manfaatnya plus-plus. Bisa dapat buku gratis dan fee dari penerbit, media massa, dan dari penulisnya. Bahkan bisa jadi editor Bentang Pustaka. Jadi, boleh dikata, saya berhutang banyak sama dunia resensi. Titik tolak dunia kepenulisan saya dari resensi. Bahkan, saya membuat blog yang isinya khusus resensi buku. Ini blognya http://resensor.blogspot.com/ 

Meresensi bisa jadi mata pencaharian bagi saya. Satu bulan bisa dimuat 2-3 resensi. Saking sering dimuat, penerbit kadang mengirim begitu saja buku-buku barunya, padahal saya tidak minta, apalagi kalau minta. Satu bulan buku baru dari pelbagai penerbit bisa mencapai 20 judul. Bayangkan saja, setahun koleksi buku saya berapa jumlahnya. Dan itu saya dapatkan secara gratis, sebagai kompensasi dari meresensi. Saya sampai kewalahan meresensinya. Akhirnya saya meminta penerbit untuk tidak mengirimkan bukunya, kecuali saya minta bukunya. Karena, buku yang mereka kirim belum tentu saya sukai, dan akhirnya tidak saya resensi.

Lantas, bagaimana cara saya meresensi buku

Meresensi itu menimbang dan menilai sebuah buku, perihal kelebihan dan kekurangannya. Sederhananya seperti itu, sebagaimana kita ketahui. Tapi, saya mencoba lebih dari itu, yaitu menginterpretasi dan memproduksi makna. Dalam model membaca sebuah buku ada dua: memahami sebuah makna dan memproduksi sebuah makna. Saya melihat banyak yang membuat resensi hanya sebatas memahami sebuah makna, dia tidak meloncat ke arah memproduksi sebuah makna.

Adapun langkah-langkah meresensi seperti ini:

  1. membaca secara keseluruhan isi buku
  2. mencari angle yang menarik
  3. mengulas angle tersebut
  4. memperkaya dengan referensi yang berkaitan dengannya
  5. merevisi sampai berkali-kali

Soal teknik menulis saya kira sama dengan model-model tulisan lain yang nonfiksi. Setelah selesai dan yakin bagus dengan tulisan kita, tugas selanjutnya adalah mengirimkannya ke media massa. Setelah itu tugas redaktur yang memuatnya, hehe…

LEAVE A REPLY